Posts

Showing posts with the label Herpetologi

Struktur Ekor Kadal

Cauda Lacertilia tertutup oleh integumen yang bersisik terdiri dari bahan tanduk. Di bagian sebelah dalam integumen berturut-turut terdapat otot tersusun segmental, jaringan lemak perivertebral mengelilingi vertebra caudales dan medulla spinalis yang terletak dalam canalis vertebralis. Serabut-serabut syaraf perifer terletak pada lapisan lemak dan otot serta pembuluh darah terletak di ventral vertebrae (Soesilo, 1982). Secara umum, integumen pada Reptilia terdiri atas 2 lapisan yaitu lapisan luar (epidermis) dan lapisan dalam (dermis) yang dipisahkan oleh membrana basalis yang tipis. Epidermis tersusun atas beberapa lapisan dari luar ke dalam yaitu stratum corneum, stratum granulosum, stratum spinosum dan stratum germinativum. Lapisan sel-sel yang paling dalam (stratum germinativum) aktif membelah secara terus menerus untuk menggantikan lapisan sel terluar epidermis yang terlepas. Pada individu dewasa, lapisan sel terluar ini tersusun atas sel mati yang memipih dan mengalami penandukan...

Bronchocela cristatella

  Klasifikasi (might be outdated as I wrote this a couple of years back):  Kingdom     : Animalia  Phylum        : Chordata  Subphylum  : Vertebrata  Class            : Reptilia  Order           : Squamata  Suborder      : Lacertilia  Family          : Agamidae  Genus           : Bronchocela  Species         : Bronchocela cristatella Dumeril & Bibron, 1837  Sisik kepala bagian atas kecil, berlunas, sedikit melebar di bagian supraokular; dua atau tiga sisik memipih di belakang tepi suprasiliar; timpanum lebar, setengah atau lebih dari diameter mata. Sembilan sisik labial atas dan bawah. Kantong gular berukuran kecil dengan sisik berlunas; tidak ada lipatan di bagian pundak. Nuchal crest berdiri tegak seperti duri, yang paling panjang beru...

Draco volans

Klasifikasi: Kingdom          : Animalia Phylum             : Chordata Subphylum       : Vertebrata Class                : Reptilia Order                : Squamata Suborder          : Lacertilia Family              : Agamidae Genus               :  Draco Species            :  Draco volans  Kepala berukuran kecil, moncong tidak atau sedikit lebih panjang dibandingkan diameter mata. Lubang hidung terletak di kepala bagian samping, timpanum berukuran lebih kecil dibandingkan lebar bukaan mata. Sisik kepala uk...

Eutropis multifasciata

   Klasifikasi: Kingdom        : Animalia Phylum           : Chordata Subphylum     : Vertebrata Class              : Reptilia Order              : Squamata Suborder        : Lacertilia Family            :  Scincidae Genus             :  Eutropis Species            :  Eutropis multifasciata    Moncong berukuran pendek dan tumpul. Kelopak mata bagian bawah ditutupi oleh sisik. Bukaan telinga lebar dan bulat, berukuran setengah dari lebar bukaan mata. Lubang hidung terdapat di bagian  posterior  sisik  nasal . Terdapat sis...

Ordo Squamata

Squamata merupakan kelompok Reptilia terbesar dengan jumlah spesies terbanyak. Habitat anggotanya mulai dari bawah tanah hingga pepohonan, dari gurun hingga ke laut, dan dari ekuator sampai Arctic. Anggotanya biasanya tetrapoda akan tetapi pada subordo Serpentes/Ophidia dan sedikit anggota dari Lacertilia tungkainya mereduksi (Pough et al ., 1998). Secara umum memiliki ciri-ciri antara lain tubuhnya ditutupi oleh sisik yang terbuat dari bahan tanduk. Sisik ini mengalami pergantian secara periodik yang disebut molting . Sebelum mengelupas, stratum germinativum membentuk lapisan kutikula baru di bawah lapisan yang lama. Pada Subordo Ophidia, kulit/sisiknya terkelupas secara keseluruhan, sedangkan pada Subordo Lacertilia, sisiknya terkelupas sebagian. Bentuk dan susunan sisik-sisik ini penting sekali sebagai dasar klasifikasi karena polanya cenderung tetap. Pada ular sisik ventral melebar ke arah transversal, sedangkan pada tokek sisik mereduksi menjadi tonjolan atau tuberkulum; ...

Ordo Crocodylia

Ordo Crocodylia termasuk dalam Archosauria ( ruling Reptile /Reptilia penguasa). Secara morfologi, anggota dari ordo ini terlihat mirip satu sama lainnya. Keberagaman dalam ordo ini bisa dilihat terutama dari ukuran tubuh, pola sisik, warna dan morfologi tengorak. Spesies terkecil dari kelompok ini adalah Paleosuchus palpebrosus (Cuvier’s Dwarf Caiman), jantannya jarang yang melebihi ukuran 1,6 m sedangkan betinanya berukuran 1,2 m (Grzimek, 2003). Ordo ini terdiri dari 3 familia dengan 23 spesies yang tersebar di seluruh dunia. Memiliki tubuh yang besar dengan tulang yang keras dari bahan tanduk ( Scutum ). Sisik punggungnya berderet transversal membentuk perisai dermal. Sisik-sisiknya bentuknya berlunas (bagian dorsal), bulat (bagian lateral), dan segi empat (bagian ventral). Tungkai belakangnya lebih panjang dan berselaput dengan 4 jari, sedangkan tungkai depan 5 jari dan tanpa selaput. Kepalanya terletak horizontal di depan tubuhnya. Terdapat mata, lubang hidung yang berbentu...

Ordo Testudinata

Anggota ordo ini merupakan kelompok hewan yang dapat dengan mudah dikenali di antara hewan-hewan yang lain, yaitu dengan adanya cangkang yang menutupi tubuhnya. Cangkang ini tersusun dari sisik dermal yang mengalami osifikasi yang merupakan gabungan tulang rusuk, vertebra dan beberapa bagian dari gelang bahu. Tulang belakangnya, kecuali bagian cervic dan bagian ekor, berfusi keseluruhan dengan cangkang, tak ada gerakan yang dapat terjadi pada skeleton axial tubuh. Tulang rusuk berfusi dengan bagian lateral dari karapaks. Dikarenakan struktur yang seperti itu, anggota Testudinata tidak mungkin dapat melakukan pernapasan dengan mengembangkan dan mengkontraksikan rongga dada (Pough et al ., 1998 ). Cangkang Testudinata terdiri dari dua bagian yaitu karapaks pada bagian dorsal dan plastron pada bagian ventral yang disatukan pada bagian samping oleh bridge . Cangkang ini terdiri dari elemen bertulang yang ditutupi oleh scutes terkeratinisasi pada bagian luarnya. Keseluruhan bentuk...

Ordo Rhynchocephalia

Sphenodon guntheri dan S. punctatus merupakan 2 spesies dari ordo ini yang masih bisa dijumpai sampai saat ini. Kenampakan 2 spesies ini seperti kadal, tubuh gempal/gemuk (19-28 cm SVL dewasa) dengan kepala yang besar dan ekor yang tebal. Mereka juga memiliki paruh palsu di rahang atas yang menggantung di atas rahang bawah, terdapat beberapa buah duri tegak di bagian tengkuk dan punggung juga terdapat hemipenis. Tak ada kelenjar lacrimal, tipe gigi acrodont dan juga tak ada hubungan postorbital-parietal (Zug, 1993).  Tuatara masih dapat ditemukan di sekitar 30 pulau dari pesisir New Zealand. Sphenodon punctatus merupakan spesies dengan jumlah paling melimpah dari ordo ini, hewan ini berbagi sarang dengan burung laut. Musim kawin dimulai pada bulan Januari akan tetapi peletakan telur ditunda hingga bulan Oktober-Desember (ada mekanisme sperm storage). Betina akan menggali sarang dan bertelur 8-15 telur. Perkembangannya lambat, berhenti ketika musim salju datang, penetasan terjadi ...

Reptilia

Reptilia (Testudinata, Squamata, Crocodylia dan Rhyncocephalia) yang masih ada sampai sekarang termasuk sebagai objek kajian dari Herpetologi. Reptilia terdiri atas dua garis keturunan, yaitu Anapsida (diwakili oleh Testudinata) dan Diapsida (Crocodylia, Squamata, Tuatara). Semua Reptilia kecuali Crocodylia memiliki jantung dengan satu ventrikel seperti pada ikan dan Amphibia. Crocodylia (seperti Aves dan Mammalia) memiliki sekat yang membagi ventrikel menjadi dua kompartemen, yaitu ventrikel kanan dan ventrikel kiri (Pough et al ., 1998).  Sebagian besar spesies dari kelas Reptilia relatif bebas dari air dan dapat menempati daerah yang lembab ( moist ) serta daerah yang kering ( dry ). Reptilia membutuhkan air untuk berbagai macam proses-proses fisiologi, seperti semua makhluk hidup, tetapi beberapa Reptilia dapat memperoleh air dari makanan yang dimakan. Reptilia mensekresikan nitrogen dalam bentuk asam urat (Grzimek, 2003). Kebanyakan Reptilia memiliki kulit yang bertan...

Salamander/Caudata/Urodela

    Salamander memiliki tubuh yang memanjang dan memiliki ekor. Sebagian besar Salamander memiliki empat kaki, meskipun tungkai pada beberapa spesies akuatik jelas sekali mereduksi. Ada 2 kecenderungan yang cukup menonjol dalam proses evolusi Salamander yaitu hilangnya (mereduksi) paru-paru serta adanya paedomorphosis (adanya karakteristik larva pada Salamander dewasa) (Pough et al., 1998).      Sangat mengherankan jika suatu hewan terestrial dapat bertahan hidup tanpa adanya paru-paru akan tetapi pada family terbesar Salamander yaitu Plethodontidae memiliki karakteristik tidak adanya paru-paru. Tidak adanya paru-paru mungkin terjadi pada Salamander karena kulit Salamander memungkinkan terjadinya pertukaran gas. Beberapa penjelasan telah disusun untuk menunjukkan keuntungan dari hilangnya paru-paru pada Plethodontidae, hipotesis yang paling mudah diterima berkaitan dengan evolusi hilangnya paru-paru adalah spesialisasi dari apparatus hyoid...